Paramitha Rusady, Tetap Bersinar

9/10/2016 08:00:00 AM RED Production 0 Comments

Text : Ocha & Ade, Photo: Denny

Rd Pradnya Paramitha Chandra Devi Rusady yang lebih kita kenal dengan sebutan Paramitha Rusady seorang aktris , Penyanyi, Model dan bintang iklan kelahiran Makassar 11 Agustus 1966 mulai dikenal melalui film Ranjau-Ranjau Cinta bersama Rano karno yang merupakan salah satu idola para remaja pada waktu itu.


Menyusul beberapa film yang cukup sukses dibintanginya diantaranya Merpati Tak Pernah Ingkar Janji, Galau Remaja di SMA, Kabayan Saba Kota , Blok M dan Catatan Si Boy IV dan V.
Mungkin banyak yang tidak menyangka jauh sebelum masuk di dunia film, Mitha, sapaan akrabnya, mengawali kariernya sebgai penyanyi mengikuti sang kakak yang lebih dahulu terjun didunia musik tanah air Ully Sigar Rusady.
Sempat bergabung dalam kelompok kawula muda Vini Vidi Vici bentukan sang kakak, yang menjadi modal awal kariernya di dunia musik indonesia. Sebagai debut awal bersama Adi Bing Slamet menelurkan album Soundtrack Merpati Tak Pernah Ingkar Janji. Didampingi oleh arranger dan pencipta lagu Billi J Budiarjo yang merupakan musisi handal untuk penyanyi terkenal seperti Iwan Fals dan Ebiet G Ade. Kolaborasi tersebut ternyata diterima dengan baik oleh penikmat musik indonesia.
Yang dilanjutkan dengan menelutlrkan album solo "Jatuh Hati" dengan lagu andalan Nostalgia SMA yg meledak dipasaran dan melegenda hingga saat ini. Tak banyak yang tahu beberapa album solo Paramitha Rusady tercatat menjadi album best seller 
Sempat pula bergabung dalam grup 3 Dara bersama sahabatnya Silvana herman dan Ita Purnamasari, menelurkan Hits Nona Manis, Malam Minggu, dan Hanya Cinta.
Sukses di dunia film dan musik tak membuat Mitha berpuas diri, dimana kala perfilman Indonesia sedang mengalami mati suri, kaki mitha sudah jauh melangkah kedunia sinetron. Dimana pada saat itu artis -artis film masih enggan masuk ke dunia sinetron karena ada anggapan bahwa artis layar lebar merasa tabu untuk bermain di layar kaca.

Halimun merupakan sinetron perdana Mitha disusul sinetron lain seperti Hati Seluas Samudra, Untukmu Segalanya, Simfoni Dua Hati, Janjiku, Karmila dan masih banyak lagi. Di dua judul terakhir tersebut Mitha dinobatkan sebagai artis tervaforit dalam ajang Panasonic Award dan menjadi artis termahal kala itu.
Kecintaannya terhadap dunia seni sedemikian kentalnya hingga sampai saat ini Mitha masih tetap eksis didunia hiburan tanah air. Meskipun usianya tak lagi bisa dibilang muda, Mitha tetap menjadi magnet dalam karya-karya besar seperti yang masih bisa kita nikmati di sinetron Surga Yang Kedua Yg ditanyangkan di SCTV dan yang terakhir dalam film Untuk Angeline serta My Journey Mencari Mata Air yang banyak meraih penghargaan internasional. “Saya berusaha untuk tidak berhenti berkreasi. Waktu yang ada saya gunakan untuk berkarya.” Ujar Mitha saat ditemui di lokasi shooting sinetron Surga Yang Kedua.
Dari perjalanan panjang seorang Paramitha Rusady, kita bisa melihat bahwa seorang seniman sejati selalu mengedepankan karya nyata daripada berita sensasi seperti yang banyak kita lihat pada artis jaman sekarang.


You Might Also Like

0 komentar: