Oddie Djamil

5/10/2016 08:00:00 AM RED Production 0 Comments


Pertemuan awal kami bersama Chef Odie Djamil adalah ketika beberapa waktu lalu kami datang ke salah satu Food Bazaar yang diselenggarakan di Grand  Indonesia, ketika itu kami mampir ke satu booth bernama BYOD, seorang pria muda sedang sibuk membuat Eclairs dan disanalah RED Magz menginterview bisnis yang ia jalani. Kini dalam kesempatan yang   berbeda di suatu sore yang mendung kami bertemu kembali dengan Chef lulusan Product Design, Universitas Pelita Harapan itu. Sebagai mantan pastry chef di    Coquelicot, sebuah restoran Perancis di Jakarta, perjalanan karier Chef yang pernah mengasuh acara Cake Story, Bitter Sweet di Kompas TV dan Dapur Warna di Trans7 ini terbilang unik, kemampuan mengolah makanan  ia akui sudah tumbuh sejak kelas 4SD, Chit-Chat sore kami bersama salah satu pendiri Chef Nation inipun dimulai.



Bagaimana awal mula Chef Odie berkecimpung di dunia chef?

"Awal mulanya nggak sengaja, karena saya kuliah di jurusan Product Design, tapi sejak kecil saya sudah suka masak, tepatnya kelas 4 SD saya sudah bisa masak sendiri, karena saya sering melihat dan mau mencoba sendiri. Saya   belajar secara otodidak. Mulai serius lagi di tahun 2008 dimana saya menjadi chef di salah satu restaurant."

Apa yang membedakan dari french pastry atau molecular dessert     buatan Chef Odie, dengan buatan Chef lain?

"Kiblat pastry tentu Perancis, teknik membuatnya pun modern banget, tapi  combine dengan rasa lokal, simple-nya makanan kalau mau common di lidah orang Indonesia either haruslah familiar dalam teknik maupun citarasanya. 


Apa rencana ke depan Chef Odie?  

"Saya ingin membangun kembali Brand Pastry saya dengan nama BYOD, dan juga ingin mengemangkan Sunday’s Cooks Affair. Dalam Sunday’s Cooks Affair, sebenarnya saya ingin sekali bersama teman - teman membuat sebuah wadah untuk menyalurkan passion kami dibidang memasak. Untuk rencana jangka panjang, saya ingin sekali membuka dessert bar yang sesuai dengan gaya masak saya.”




You Might Also Like

0 komentar: