Lebih Dekat Dengan KOCI Jakarta 2016

5/30/2016 08:00:00 AM RED Production 0 Comments


Ajang pemilihan Koko Cici Jakarta 2016 telah usai, dan lahirlah Koko Cici Jakarta yang baru siap meneruskan tugas, merekalah Steven Leo dan Kesia Gunawan, wajah keduanya nampak berbinar ketika namanya disebut sebagai Koko Cici Jakarta 2016 pada akhir April lalu.  Ketika ditemui RED Magz keduanya begitu ramah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kami.  Yuk Simak obrolan kami dengan sang juara;

Steven Leo



Apa yang menjadi motifasi Anda untuk ikut serta dalam ajang KOCI ini?

“Mungkin jawabannya terkesan klise, yang pertama ingin membanggakan orang tua saya dan membuktikan bahwa saya mampu. Yang kedua adalah saya percaya bahwa dengan mengikuti ajang ini akan membuat saya menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri, berguna bagi bangsa Indonesia khususnya kota Jakarta.”

Apa manfaat masa karantina KOCI bagi Anda?

“Banyak sekali yang saya dapatkan selama masa karantina. Saya pribadi merasa menjadi orang yang lebih cepat tanggap terhadap suatu kejadian di sekitar saya, peduli akan orang lain, menjadi orang yang lebih pro aktif, dan berfikir kritis.”

Sebagai duta wisata apa langkah anda untuk memajukan wisata di Jakarta, dan menurut Anda apa yang kurang dari kondisi sentra wisata di Jakarta?

“Salah satu hal yang harus kita khawatirkan adalah mengenai infrastruktur di tempat wisata Jakarta. Perlu dukungan dari seluruh masyarakat Jakarta untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan melestarikan tempat wisata tersebut. Karena saya percaya, jika hal itu terwujud maka pariwisata di kota Jakarta akan lebih berkembang.”

Berbicara mengenai KOCI tentu tak lepas dari akulturasi budaya nasional dengan kebudayaan Tionghoa di tengah masyarakat kita, bagaimana Anda melihat kemajemukan yang ada saat ini? 

“Di Jakarta sendiri kita bisa melihat banyak unsur kebudayaan Tionghoa yang turut membentuk kebudayaan Betawi, contohnya alat musik Erhu di dalam Gambang Kromong. Ketika dua kebudayaan yang berbeda dapat dipadukan, itulah makna keindahan dalam keberagaman. Saya mengajak generasi muda untuk menyadari, jika kebudayaan saja dapat bersatu, maka kita sebagai masyarakat yang mejemuk hendaklah dapat hidup berdampingan dengan saling menghargai.” 



Kesia Gunawan




Apa yang menjadi motifasi Anda untuk ikut serta dalam ajang KOCI ini?

“Saya dapat mengembangkan kepribadian dan talenta yang telah Tuhan berikan, kemudian saya juga dapat memberikan kebanggaan kepada ayah dan ibu saya yang telah membesarkan saya. Disisi lain, saya merasa tergerak untuk berkontribusi untuk bangsa Indonesia yang dimulai dari kota Jakarta, salah satunya adalah dengan berpartisipasi dalam berbagai acara seni dan budaya yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Karena saya percaya dimulai dari langkah kecil akan menjadi seribu langkah besar kedepannya.”

Adakah pengalaman selama karantina kemarin yang tak terlupakan?

“Salah satu pengalaman yang berharga buat saya adalah saya menyasikan bagaimana sebuah kesatuan dan persatuan yang terjalin dalam keluarga KOCI, suka duka dijalankan bersama, tanpa diberikan kesempatan sedikitpun untuk memikirkan diri kita sendiri. Karena dalam hati kita tertanam bahwa Koko Cici itu Satu.”

Menjadi pemenang KOCI 2016 otomatis Anda menjadi duta wisata, duta budaya, dan duta sosial khususnya Jakarta, apa rencana Anda ke depannya untuk perubahan kota Jakarta?

“Sebagai duta wisata, saya akan berusaha mempromosikan Jakarta lebih lagi dengan mendukung program “Enjoy Jakarta” atau “Explore Jakarta”. Sebagai duta budaya, saya bersama dengan keluarga KOCI akan merayakan event-event special seperti Imlek, Cap Go Meh, Cheng Beng, dan perayaan lain dengan berbagai jenis perayaan yang berbeda-beda. Sebagai duta sosial, KOCI akan selalu mengulurkan tangan untuk masyarakat Jakarta yang kekurangan dan mengkontribusikan talenta yang kami miliki untuk masyarakat.”


You Might Also Like

0 komentar: