Jelajah Negri Gajah Putih- Kebudayaan Bangkok Yang Mendunia

5/15/2016 08:00:00 AM RED Production 0 Comments


 Teks & Photo: Iwan Tjong





Setiap negara memiliki kebudayaan dan perayaan yang menjadi ciri khasnya masing-masing. Begitu pula dengan Thailand. Tak diragukan lagi, negara tetangga kita yang satu ini memang sangat terkenal dengan kekayaan budayanya yang kental. Kali ini saya akan mengajak REDers untuk menjelajahi beberapa tempat di negara yang dijuluki sebagai Negeri Gajah Putih tersebut. Sawadee...welcome to Thailand!

Hanya 3,5 jam dengan penerbangan langsung dari Jakarta, kita dapat tiba di ibu kota Thailand, Bangkok. Mendengar nama Bangkok, pasti terbayang di kepala REDers tentang aneka makanan yang lezat seperti Tom Yam Gung, Pad Thai, atau Mango Sticky Rice. Memang banyak orang yang secara khusus datang ke Bangkok untuk menikmati wisata kulinernya. Bagi penggila belanja, tentunya Bangkok juga menjadi destinasi favorit. Sebut saja Platinum Fashion Mall, Siam Paragon, Mah Boon Krong (MBK), Terminal 21 Mall, sampai ke pasar tradisional seperti Chatuchak dan Pratunam, siap menantang kekuatan kaki Anda saat berbelanja. Secara hargapun belanja di Bangkok masih terbilang bersahabat bagi kantong orang Indonesia pada umumnya. 




Selain itu, Bangkok juga menawarkan wisata religi, khususnya bagi Anda yang beragama Buddha. Banyak kuil-kuil terkenal, seperti Wat Arun yang terletak di tepi sungai Chao Praya dan Wat Pho yang menyimpan patung Buddha tidur berukuran raksasa. Ada pula Patung Buddha 4 Wajah di kuil Erawan yang sangat diminati para pelancong dari berbagai negara untuk bersembayang, termasuk pelancong dari Indonesia. Menurut Joe (24), warga Jakarta yang sempat saya temui di sana mengatakan bahwa kuil ini terkenal manjur untuk mengabulkan doa-doa permohonan. “Jika doa kita terwujud, maka kita harus kembali ke kuil ini lagi untuk mempersembahkan dupa, lilin, dan bunga, sebagai ucapan terima kasih.”, Joe menjelaskan usai menancapkan dupa di depan patung Buddha 4 Wajah.



Dengan berbagai pesona yang ditawarkan, tak heran bila Thailand menjadi salah satu magnet pariwisata di kawasan ASEAN. Jutaan pelancong mengunjungi Thailand di sepanjang tahunnya, terutama di bulan April karena ada festival Songkran. Untuk membahas tentang Songkran secara lengkap, saya sempat ngobrol dengan salah satu aktor Thailand kelahiran Bangkok, Anuchyd Sapanphong (36).

Anuchyd atau yang akrab disapa dengan panggilan O, menjelaskan bahwa Songkran adalah tahun baru Thailand. Menurut kalender Thailand, tahun ini memasuki tahun ke 2559. Pemerintah Thailand menetapkan tanggal 13 April sebagai tanggal pasti untuk merayakan Songkran. “13 dan 14 April adalah tanggal merah bagi warga Thailand, tapi biasanya kantor dan sekolah tutup hingga 1 minggu. Kami menggunakan kesempatan ini untuk berkumpul dengan keluarga. Para perantau yang bekerja di Bangkok akan pulang ke kampung halaman mereka.”, kata aktor yang mengawali karirnya sebagai penari latar dan bintang iklan Coca Cola tersebut.

Bangkok boleh saja ditinggalkan oleh warga Thailand saat Songkran, tapi justru menjadi padat dipenuhi oleh pelancong dari negara-negara lain. Apa yang menjadikan Songkran begitu terkenal? “Hhmm..saya juga tidak tau pasti kenapa, mungkin karena perang air yang dilakukan saat Songkran dianggap menarik oleh turis asing. Apalagi sejak penggunaan senapan air semakin marak, kegiatan perang air jadi semakin seru. Menurut saya perang air saat Songkran sangat menyenangkan dan juga sexy, hahaha…”, O tertawa lepas saat menjelaskan.



Perang air adalah bagian penting tak terpisahkan dari festival Songkran. Kita dapat menjumpai banyak warga dan turis berbaur di jalan untuk saling siram air. Kita diperbolehkan menyiram siapa saja, dan tidak boleh marah bila disiram. Tapi perlu diingat, air yang digunakan harus bersih dan tidak panas. Juga tidak boleh menyiram pengendara sepeda motor, untuk menghindari kecelakaan. Warga Thailand percaya hal ini merupakan pertanda baik. Dengan saling siram air, berarti kita saling berbagi berkat. “Sebenarnya perang air berawal dari ritual asli Songkran, yaitu anak-anak mendatangi orang tua untuk menunjukkan rasa hormat dan kemudian orang tua menuangkan air di bahu anak-anaknya sambil mengucapkan harapan-harapan yang baik. Namun seiring perkembangan waktu, ritual itu berubah menjadi perang air seperti yang kita tau sekarang ini. Bahkan ada yang mengadakan foam party.”, O melanjutkan ceritanya kepada saya. 

Tahun-tahun sebelumnya, perang air dapat dilakukan hingga satu minggu selama masa Songkran, namun khusus untuk tahun ini pemerintah Thailand mengeluarkan anjuran agar perang air hanya dilakukan selama 3 hari saja, dikarenakan minimnya pasokan air bersih. Selama Songkran, pemakaian air di seluruh Thailand melonjak hingga 5 kali lipat dibandingkan hari biasanya.

Songkran tahun ini, aktor yang pernah bermain dalam serial TV berjudul Club Friday The Series 2 dan Tomorrow I Still Love You ini memilih menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-temannya berlibur ke Koh Samed, sebuah pulau indah di daerah Rayong tidak jauh dari Pattaya. “Di Pattaya, berbeda dengan kota-kota lain di Thailand, mereka baru melakukan perang air antara tanggal 17 sampai 19 April. Mungkin ini strategi dari pemerintah setempat, untuk menarik turis asing ke Pattaya setelah Songkran berakhir. Jadi, jika kamu merasa kurang bermain air di Bangkok, pergilah ke Pattaya.” , O menutup obrolan kami sore itu di Central World Mall, Bangkok.




Sayapun meninggalkan kota Bangkok dan melanjutkan perjalanan ke Pattaya menggunakan mobil. Kurang dari 1,5 jam saya tiba di Pattaya, sebuah kota yang ramai di tepi pantai. Pergilah ke bukit Phratumnak untuk mendapatkan tempat terbaik melihat kota Pattaya secara utuh dari ketinggian. Tidak jauh dari sana, kamu akan menemukan patung Buddha berukuran besar berwarna emas. Itu adalah Wat Phra Khao Yai, salah satu destinasi yang terkenal di Pattaya.

You Might Also Like

0 komentar: