Jeng Nanda - Hijab Bukan Penghalang Traveling

4/09/2016 12:00:00 PM RED Production 0 Comments


“Jika boleh memilih, saya lebih berharap tidak terlahir kembali dan tetap meneruskan kehidupan penuh kejutan seperti yang saya jalani saat ini. Selain itu saya juga sudah merasa sangat bersyukur dengan banyaknya pengalaman hidup yang Tuhan berikan pada saya.”

Gadis berhijab tak bisa menjadi traveler? Ups siapa bilang. Sebagai hijabers, Ananda Rasulia pemilik akun @jengnanda /www.travelmulu.com  ini malah menjadi salah satu travel blogger kondang Indonesia. Tak hanya itu, profesinya sebagai Digital Content membuatnya akrab dengan dunia sosial media user yang kini menjadi sorotan masyarakat.

-----

Pernah menjadi single traveler? atau lebih menikmati dengan traveler lain?

Pernah single traveling pertama kali dan langsung ke luar negeri, Singapura. Tapi rasanya tidak menyepi juga, karena negara tetangga itu menawarkan banyak atraksi dan disana saya bertemu teman-teman dari Indonesia. Kalau ditanya lebih suka mana, saya rasa masing-masing ada enak dan tidaknya. Tapi saya lebih suka pergi bersama seorang teman, atau kelompok yang tidak terlalu besar, sekitar lima orang.

Sebagai seorang wanita yang gemar traveling , apa saja kendala yang sering Anda jumpai? Mengingat banyaknya traveler pria dibanding wanita?

Ha! Good point to ask! Mungkin ini juga yang membuat sosok perempuan traveling terlihat begitu mencolok dan berbeda. Dalam satu trip saya juga lebih sering menemui travelmate pria daripada wanita. Saya malah tidak terlalu merasa ada kendala masalah gender. Soal keamanan, itu sangat tergantung dengan bagaimana kita membawa diri. Misal dari cara berpakaian, menghormati penduduk dan budaya lokal, bersikap sopan, dan selalu berdoa dan membawa niat baik setiap bepergian menjelajah tempat baru.

 Sering keliling Indonesia, menurut Anda apa yang kurang dari tempat wisata Indonesia?

Justru menurut saya kekurangan sepele yang sering muncul justru dari pelaku wisata itu sendiri: traveler atau turis dan para pebisnis pariwisata. Rasa menjaga atau melestarikan alam atau  destinasi seringkali tidak berbanding lurus dengan keinginan mereka yang besar dalam menjelajah dan mengeksploitasi suatu destinasi. Akibatnya, sering terjadi kerusakan tempat wisata.

Sebagai traveler Anda pasti memiliki banyak refrensi tempat indah. Jika secara pribadi apakah Anda mempunya destinasi yang dicita-citakan untuk datang bersama pasangan Anda kelak?

Tanah Suci Mekkah untuk beribadah, dan mengeksplor untuk traveling dan mengenal sejarah kota-kota pada Negara Islam di dunia. Untuk dalam negeri, saya memimpikan bisa hidup di luar kota besar, misal pada pulau di Timur Indonesia, ke pulau yang nyaman untuk dihuni, tanpa kebisingan kendaraan bermotor, macet, dan polusi. Mungkin seperti Kenawa, Labuan Bajo, atau Gili Trawangan.


Instagram conected people. Bagaimana tanggapan Anda mengenai hal ini? Apakah instagram akan bernasib sama seperti para pendahulunya?

Baik dalam keperluan pekerjaan dan 'fun' untuk diri sendiri masih bisa saya rasakan dalam satu aplikasi instagram. Soal prediksi akan berakhir seperti aplikasi lain, saya rasa semua pasti akan ada akhirnya, tapi perkiraan saya Instagram masih bisa bertahan dua sampai tiga tahun lagi jika mereka tetap berjalan pada treknya tetap menjadi aplikasi berbagi foto dan makin peduli dan merangkul pada para pengguna dan komunitas yang terus membesarkannya.


Anda pernah menangani client dalam perihal pencarian endoser, bagaimana kejelian Anda menilai seorang instagramers atau blogger?

Mencari Instagrammers dengan followers bengkak, atau yang orang awam sering sebut sebagai 'Selebgram', atau mereka para Suggested User Instagram juga para blogger untuk keperluan endorsement klien tertentu terbilang susah-susah gampang. Apakah mereka memungkinkan melakukan penyebaran informasi mengenai apa yang akan mereka bantu promonya lewat kegiatan endorsement ini atau tidak. Membuat brief yang jelas sebagai agensi atau perantara mereka dengan klien adalah yang harus diusahakan agar semua pihak mendapatkan benefit yang diharapkan.


You Might Also Like

0 komentar: