KPFIJ Media Nostalgia

3/30/2016 04:22:00 PM RED Production 0 Comments





Ramadhan dan Ramona, Cut Nyak Dien serta Saur Sepuh hanyalah beberapa dari sekian banyak film yang pernah tenar pada jaman dulu (jadul). Tapi, lantaran kejadulannya itulah justru diminati oleh sejumlah orang hingga lahirlah sebuah perkumpulan yang menamakan dirinya sebagai Komunitas Pecinta Film Indonesia Jadul (KPFIJ).

Kesamaan Hobi


Berangkat dari kesamaan hobi atau sebagai pecinta berat film-film yang pernah jaya pada era 80, 90’an atau sebelum tahun tersebut merupakan salah satu alasan didirikannya KPFIJ. Menurut Suyoto Achmadi sebagai Ketua sekaligus Pendiri KPFIJ, Selain karena kesamaan hobi, film jadul juga diakui memiliki nilai historis yang sangat penting. Oleh karena itu, tak heran bila para pecinta film jadul rela merogoh kocek untuk berburu berbagai film jadul untuk dikoleksi. Seperti yang dilakukan oleh Aris Firmansyah yang juga adalah Wakil KPFIJ ini. Pria berdarah Jawa ini mengaku telah sejak dulu telah menyukai film-film jadul apalagi jika di film tersebut pemainnya adalah artis favoritnya, Sally Marcelina. “Mengoleksi film-film jadul buat saya pribadi seperti ada kepuasan batin yang tak bisa dinilai oleh apapun juga,”kata Aris beralasan.

KPFIJ yang berdiri pada Januari 2010 ini kini telah memiliki 10 ribu anggota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dan setiap tiga atau enam bulan sekali diadakan pertemuan dengan berbagai kegiatan. Misalnya saja seperti makan bersama, karokean, mengunjungi panti asuhan, nonton bareng sampai dengan bertemu dengan artis atau aktor jadul. Semua itu dimaksudkan untuk menjaga tali silahturahmi antar anggota, bertukar informasi seputar film atau jumpa secara langsung dengan artis/aktor favoritnya. Tapi sayang, pertemuan tersebut tidak semuanya bisa hadir alias hanya mereka yang tinggal di Jabodetabek saja. “Anggota yang aktif hanya 70 orang saja dari Jabodetabek tapi dengan yang lainnya kami tetap menjalin komunikasi lewat grup BBM , FB atau Whatsapp,”jelas Aris                .

Beda Kualitas

Sebagai penikmat film khususnya film jadul secara tidak langsung para anggotanya mengikuti setiap perkembangan film Indonesia terutama dalam hal kualitas. Menurut pendapat Aris Firmansyah ada perbedaan yang sangat signifikan antara film jaman dulu dengan jaman sekarang. Seperti pada Film Cut Nyak Dien yang diperankan oleh artis senior, Christine Hakim. Demi untuk memerankan tokoh Cut Nyak Dien, artis berdarah Padang itu mengadakan riset selama 2 tahun. “Kalau film sekarang terkadang setting tempatnya masih suka terlihat padahal tidak masuk dalam unsur film tersebut,”jelas Aris tanpa ingin bermaksud menjelekkan film itu.

Pendapat Aris tersebut jangan disalah artikan sebagai bentuk sikap anti film jaman sekarang. Sikapnya tersebut justru didasarkan atas kecintaannya terhadap film Indonesia yang kini mulai agak mengalami penurunan dalam segi kualitas, walaupun tidak semua film Indonesia begitu. Banyak pula yang bagus baik dari segi cerita dan maupun akting dari para pemainnya.

Warisan Generasi Berikutnya
                

KPFIJ bukanlah komunitas yang didirikan hanya untuk menghabiskan waktu semata atau bersenang-senang saja. Keberadaannya justru karena kecintaan terhadap film Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia yang patut diwariskan untuk generasi yang akan datang. “Film Indonesia biarlah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan pernah bilang film Indonesia jelek sebelum menontonnya,”kata Suyoto Achmadi berharap. Jadi bagi Reders yang berminat untuk bergabung di Komunitas Pecinta Film Indonesia Jadul bisa mengunjungi FB : Komunitas Pecinta Film Indonesia Jadul twitter :@kpfij atau Blog :www.kpfij.blogspot.com.









You Might Also Like

0 komentar: