Theo Steven, Fitness antara Kebutuhan & Trend

1/07/2016 05:30:00 AM RED Production 0 Comments


Teks & Photo: Denny

Mengenal sosok Theo Steven, sosok pria dewasa dengan tubuh yang proporsional tetap energik dan sehat di usianya yang sudah berkepala tiga pasti membuat siapa saja yang melihatnya akan terpana dan kagum. Sebagai manager di sebuah pusat kebugaran, Theo begitu sapaan akrabnya, menjaga kebugaran tubuh adalah hal yang wajib ia lakukan. 

“Selain bertanggung jawab terhadap fitness centre ini saya juga menjadi seorang personal trainer, sebagai seorang PT saya dituntut untuk bisa menjaga tubuh saya dan apa yang ada pada saya harus bisa menginspirasi orang lain menjadi terpicu untuk semangat latihan agar badan mereka tetap sehat dan bisa mencapai goal yang diinginkan.” Ujar Theo yang hobi dengan basket ini. 

Paras tampannya membuatnya juga dikenal sebagai model iklan untuk beberapa produk, mantan finalis L-Men Of The Year 2005 ini mengaku, menekuni bidang fitness sejak ia duduk dibangku kuliah, “Saya memang suka dengan olahraga termasuk fitness sejak tahun 2003 silam. Setelah itu saya mencoba peruntungan saya mengikuti ajang LOTY 2015 dan Puji Tuhan bisa masuk sampai grand finalist.” Ujar pria dengan tinggi 178cm ini. 



Fitness bagi sebagian orang menjadi kebutuhan pokok karena kesadaran mereka untuk menjaga kesehatan, namun bagi sebagian orang fitness hanya dijadikan tempat gaul dan hanya mengikuti trend. Theo beranggapan hal itu sah-sah saja. “Bagi saya itu sah-sah saja, setiap orang pasti punya alasan masing-masing, tapi biasanya dari situ akan terpacu juga untuk serius. Setelah mereka coba dan sering melihat sesama pengunjung fitness yang berbadan bagus pasti akan tertarik untuk bisa seperti orang tersebut. Walaupun tidak menutup kemungkinan banyak juga orang yang ikut fitness hanya karena ingin bertemu teman, seperti di tempat fitness centre dimana saya bekerja, banyak diantara mereka yang juga memiliki membership di tempat lain, artinya fitness sudah bukan hanya menjadi trend tapi juga kebutuhan.”


You Might Also Like

0 komentar: