Fenomena Hands In Frame

1/25/2016 12:00:00 PM RED Production 0 Comments


Fenomena Hands In Frame kian marak, ramai-ramai orang menggunakan style foto khas yang diciptakan oleh Benny Lim, Andrew Yaputra dan Felix Witanto ini. Tak hayal fenomena foto yang tengah hits di instagram inipun juga mulai merambah ke style fotografi.

Menangkap fenomena tersebut, RED memperkenalkan orang-orang dibalik fenomena suskes Hands In Frame, adalah Benny Lim, Andrew Yaputra dan Felix Witanto, dengan followers yang mencapai ribuan di instagram, memperkenalkan fenomena #HIF dengan cara yang tidak sengaja.

Benny Lim


Benny Lim, salah satu pencipta style Hands In Frame yang fenomenal, berkisah mengenai awal mula ia menciptakan trend HIF.  “Handsinframe dimulai pada April 2014, saya memulai Handsinframe dari mengupload photo kesehariannya saya di Instagram dengan mengambil photo kopi dan tangan dan saya berikan hashtag  #handsinframe. Sejak hari itu banyak follower saya yg mengikuti gaya photo tersebut di Instagram. Dari sana saya melihat hal itu sebagai sesuatu yang menarik dan mulailah saya membuat sebuah account Instagram baru dengan nama akun @handsinframe yang bertujuan untuk mem ’feature’ para pengguna hashtag #handsinframe sebagai tanda appresiasi.” Ujar ayah dari Jovan Lim ini kepada RED. 

Menurutnya fenomena #handsinframe tak hanya melanda instagramers, namun juga sudah meluas hingga trend fotografi dalam arti luas, ”Saya rasa Handsinframe juga sudah melanda dunia fotografi namun dampak paling luas memang di sosial media.” Penggemar Spider Man ini tidak menganggap trend-trend foto lainnya menjadi sebuah ajang kompetisi atau persaingan, baginya justru fenomena yang lainpun dianggapnya cukup kreative dan memiliki penggemar tersendiri.  Sukses dengan #handsinframe membuat dirinya berbangga hati sekaligus sering menerima kejutan atas kreativitas banyak orang;  “Senang dan bahkan kagum komunitas ini terkadang menshare karya kreativ mereka diluar expetasi saya.” Ketika ditanya apa rencana kedepan dari team #handsinframe, pemilik sebuah photography production ini menjawab, “We will see, yang pasti kita sedang menggarap blog untuk Handsinframe. Dan tidak menutup kemungkinan kita akan bikin apps buat Handsinframe.”



Andrew Yaputra




Berbincang dengan Benny dan Felix tak lengkap jika tidak memasukkan Andrew dalam list obrolan mengenai fenomena #handsinframe , “Setelah jalan sebulan Benny Lim mengajak saya untuk membantu menjadi salah satu moderator Handsinframe, kebetulan saya suka dengan style Hands In Frame dan sudah mengenal Benny.”  Freelance Designer sekaligus penggemar warna hitam ini berbagi sedikit rahasia kesuksesan #handsinframe, “Para komunitas Handsinframe  selalu mendukung dengan photo kreatif kami. Dari situlah sebenarnya #handsinframe bisa sesukses seperti sekarang, tanpa dukungan dari para followers kami, fenomena #handsinframe pun tak bisa seperti sekarang.”

Ketika ditanya mengenai pandangannya tentang besarnya impact dari penggunaan sosial media, pria yang hobi basket ini mengatakan, “Saya melihat bahwa media social hanyalah sebuah wadah untuk menshare kehidupan sehari hari. Harus dijalani sebatas hobby saja, kita tetap harus bisa berkarya dikehidupan nyata.”




Felix Witanto



Bersama Benny, Felix tergabung dalam team Hands In Frame, diakuinya ia baru aktif menggunakan instagram sejak ia kembali ke Indonesia, “Saya main Instagram dari sejak di Australia sebelum saya pulang for good ke Indonesia. Namun di Australia Instagram tidak sebooming di Indonesia jadi mulai lebih aktif sejak saya pulang ke Indonesia dan mengenal teman-teman di Instagram seperti Benny dan Andrew.” Ujar Felix, selaku admin dan finance dari team Hands In Frame.
”Saya merasa senang melihat generasi muda saat ini karena dengan social media mereka dapat lebih berani menuangkan pikiran dan kreativitas mereka dalam bentuk tulisan, photography atau apapun juga. Melalui soscial media mereka dapat menemukan relasi baru dan juga peluang  bisnis baru yang belum pernah ada sebelumnya.” Penggemar warna blue navy ini melihat #handsinframe sebagai wadah komunitas, “Saya melihat Hands in frame sebagai wadah yang besar bagi para komunitas kami untuk dapat berbagi informasi dan menyalurkan kreativitas mereka.”
Ayah dari Jillian Gwen Witanto ini mengatakan Sosial Media sebagai media power, “Saya melihat Sosial Media adalah sesuatu yang sangat powerful untuk para bisnis mempromosikan brand awareness mereka kepada masyarakat. Karena bila kita lihat lebih banyak generasi muda yang sudah tidak menonton TV, mereka lebih memilih melihat informasi dari gadget mereka baik Youtube, Facebook dan lainnya.” Tutup pengguna Fujifilm X100T untuk mengabadikan foto-foto indahnya.

You Might Also Like

0 komentar: