Apa itu Sianida?

1/14/2016 10:21:00 PM RED Production 0 Comments




Wayan Mirna Salihin meninggal setelah minum es kopi Vietnam di restoran Olivier pada Rabu, 6 Januari 2016. Mirna datang bersama kedua temannya. Menurut keterangan saksi, seorang teman Mirna datang ke restoran lebih dulu dan memesankan minuman untuk Mirna. Kemudian Mirna datang bersama seorang teman lainnya bernama Hani.

Setelah menyeruput es kopinya, Mirna kejang-kejang dan akhirnya meninggal. Dari hasil uji laboratorium, ada zat sianida di dalam lambung wanita berusia 27 tahun tersebut. Tubuhnya kejang-kejang dan dari mulutnya keluar busa.

Sesaat setelah dibawa ke rumah sakit, perempuan yang masih 27 tahun itu mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu 6 Januari 2016. Tak lama setelah Mirna dievakuasi, karyawan restoran langsung mengamankan kopi yang ada di meja nomor 54 tersebut. Dan mencoba cairan tersebut.

Efeknya dahsyat. 1 Tetes minuman tersebut bisa membuat mual, muntah, hingga kebas. Kepolisian mencurigai, ada racun berupa sianida dalam es kopi yang diseruput Mirna.

Sianida merupakan racun yang mematikan dan telah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Bahan toksik ini bisa bekerja cepat dan menyebabkan kematian dalam waktu cepat.

Berdasarkan informasi dari Wikipedia, sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok siano C≡N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen.

Kelompok CN dapat ditemukan dalam banyak senyawa. Beberapa adalah gas, dan lainnya adalah padat atau cair. Beberapa seperti garam, beberapa kovalen. Beberapa molekular, beberapa ionik, dan banyak juga polimerik. Senyawa yang dapat melepas ion sianida CN- ini sangat beracun.

Hasil autopsi pada jasad Mirna menemukan adanya pendarahan di bagian lambung yang diakibatkan dari zat korosif.

Kabiddokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafaq belum bisa menyimpulkan penyebab kematian berasal dari kopi yang diduga mengandung sianida.

Dalam sebuah artikel yang dimuat di Dikti.go.id, disebutkan jika lebih dari 2 ribu spesies tanaman dapat melepaskan sianida dengan kandungan yang bervariasi. Seperti singkong, almond, aprikot, bahkan apel.

Namun sianida juga terkandung dalam asap rokok dan produk pembakaran bahan sintetis, seperti plastik.
Bahan ini digambarkan memiliki bau seperti almond yang pahit. Namun tak semua sianida mengeluarkan bau. Lantaran tak semua orang bisa mendeteksi bau ini.


Bentuknya juga bermacam-macam. Sianida bisa ditemukan berupa gas tak berwarna, seperti hidrogen sianida (HCN) atau cyanogen chloride (CNCl). Bisa juga berbentuk kristal seperti natrium sianida (NaCN) atau kalium sianida (KCN).

Dalam industri manufaktur sianida biasanya digunakan untuk membuat kertas, tekstil, dan plastik. Dalam bentuk gas, biasanya sianida digunakan sebagai pembasmi hama. Sementara bentuk garamnya digunakan untuk membersihkan logam.

Laman CDC memaparkan, dalam jumlah kecil sianida menyebabkan pusing, sakit kepala, mual, muntah, peningkatan denyut jantung, lemah, dan gelisah. Sementara jika terkonsumsi dalam jumlah besar, sianida bisa membuat kejang, hilang kesadaran, tekanan darah rendah, cidera paru, gagal pernapasan, dan lambatnya denyut jantung.

(berbagai sumber)

You Might Also Like

0 komentar: